CYSTOGA

 CYSTOGA KAPSUL

Komposisi : 
- Curcumae Zedoria Rizhoma Extract

- Andrographys Paniculata Extract

- Gynura Procumben Folium Extract

- Curcuma Shantorizha Rizhoma Ectract

isi 50 kapsul @500mg

POM TR 113328011

Produksi CV Toga Nusantara Bekasi Indonesia.

category : Jamu

Secara tradisional dihgunakan untuk membantu memelihara kondisi kesehatan pada penderita kanker


Curcumae Zedoria Rizhoma Extract

Temu putih (Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe syn. Curcuma pallida Lour. (Heyne)) adalah salah satu spesies dari famili Zingiberaceae yang telah dikomersilkan penggunaan rhizomanya sebagai tanaman obat dan empon-empon. Temu putih disebut pula sebagai temu kuning.[1] Produk alaminya banyak digunakan dalam industri parfum, pewarna untuk industri pangan, dan sebagai obat atau campuran obat. Khasiatnya bermacam-macam, tetapi biasanya terkait dengan pencernaan.

Lebih lengkap, rimpangnya dipakai sebagai obat kudis, radang kulit, pencuci darah, perut kembung, dan gangguan lain pada saluran pencernaan serta sebagai obat pembersih dan penguat (tonik) sesudah nifas. Penelitian menunjukkan bahwa temu putih juga memiliki aktivitas antitumor, hepatoprotektif, anti-peradangan, dan analgesik.


Andrographys Paniculata 

Sambiloto dengan botanical name Andrographis paniculata (Burm. F) Nees atau Justicia paniculata Burm.f. merupakan tanaman obat yang tumbuh baik di Indonesia dan tersebar hampir di seluruh pulau Jawa, Madura dan Bawean dengan ketinggian 1 ~ 700 m di atas permukaan laut. Tanaman yang terkenal pahit ini termasuk dalam famili Acanthaceae dan merupakan terna yang tumbuh tegak hingga mencapai ketinggian 1 m, mempunyai bunga berwarna putih dengan tanda lembayung pada bibir bagian bawah. Daerah penyebarannya selain di Indonesia, juga ditemukan di India, Asia Tenggara dan bagian selatan China. Di Indonesia tanaman ini dikenal dengan nama sambiloto atau pepaitan, ki oray, ki peurat, takilo (Sunda), bidara, sadilata, sambilata, takila (Jawa), sedangkan di China dikenal dengan nama chuan xin lian.

Menurut beberapa pustaka, secara tradisional sambiloto digunakan untuk radang amandel, borok, penawar racun makanan, tifus, demam, gatal, penawar racun serangga, penawar racun ular, diabetes, tonikum, disentri, penyakit telinga, eksim, radang usus buntu, masuk angina, trakoma, dipteria, pembersih darah, ayan, siphilis, gonorrhea, dan ketombe.

Kandungan kimia utama sambiloto adalah senyawa diterpen termasuk andrographolide, 14-deoxyandrographolide(DA), 14-deoxy-11,12-didehydroandrographolide (DDA), 14-deoxy-11-oxoandrographolide, neoandrographolide, andrographiside (dideoxyandrographolide), deoxyandrographoside (andropanoside), andrograpanin, deoxyandrographolide-19-D-glucoside, 14-deoxy-12-methoxyandrographolide, dan senyawa flavonoid. Juga telah dilaporkan enam senyawa diterpen lain dari sambiloto, yaitu 14-epi-andrographolide, isoandrographolide, 14-deoxy-12-hydroxyandrographolide, dan 14-deoxy-11-hydroxyandrographolide dan glukosida diterpen, 14-deoxy-11,12-didehydrographiside dan 6,5f-acetyl-neoandrographolide, telah diisolasi bersama-sama dengan empat dimer diterpen baru, bis-andrographolide A, B, C, dan D.

Beberapa manfaat sambiloto berdasarkan hasil penelitian

Berbagai aktivitas farmakologi sambiloto telah dilaporkan termasuk sebagai antiradang, antikanker, serta untuk menurunkan tekanan darah. Sebagai antiradang, dilaporkan bahwa suatu ekstrak metanol sambiloto mampu menekan produksi nitric oxide (NO) yang distimulasi oleh lipopolysaccharide (LPS) secara in vitro maupun ex vivo.

Telah diketahui bahwa NO adalah salah satu senyawa yang bertanggungjawab dalam proses terjadinya peradangan. Pada pengujian selanjutnya, dua senyawa lakton diterpen, andrographolide dan neoandrographolide yang diisolasi dari ekstrak metanol sambiloto menunjukkan aktivitas penekanan produksi NO pada suatu ketergantungan dosis antara 0,1 - 100 .'6dM, dan IC50 (dosis penekanan produksi NO sampai 50% dibanding terhadap kontrol) untuk kedua senyawa tersebut masing-masing adalah 7,9 dan 35,5 .'6dM. Pada pengujian secara in vivo, neoandrographolide juga menekan produksi NO 35% dan 40%, yaitu apabila makrofag dikumpulkan setelah pemberian neoandrographolide secara oral dengan dosis masing-masing 5 dan 25 mg/kg/hari, dan kemudian diukur produksi NO yang distimulasi dengan lipopolysaccharide (LPS). Dengan cara dan dosis yang sama, ternyata andrographolide tidak menurunkan produksi NO pada pemberian secara oral. Disimpulkan bahwa neoandrographolide yang menghambat produksi NO baik secara in vitro maupun in vivo kemungkinan memainkan suatu peranan penting dalam penggunaan sambiloto sebagai suatu sediaan antiradang.

Aktivitas antikanker dari andrographolide, komponen utama dari sambiloto juga telah diuji dengan menggunakan beberapa jenis sel kanker. Andrographolide menghambat perkembangbiakan (proliferasi) berbagai sel tumor yang mewakili berbagai tipe kanker secara in vitro, dengan cara langsung beraktivitas pada sel kanker dengan menahan siklus sel pada fase G0/G1 melalui induksi penghambatan siklus sel protein p27 dan mengurangi aktivitas cyclin-dependent kinase 4 (CDK4). Aktivitas immunostimulan andrographolide ditunjukkan oleh peningkatan proliferasi lymphocytes dan produksi interleukin-2. Andrographolide juga mempertinggi produksi tumor necrosis factor-alpha (TNF-.'61) sehingga meningkatkan aktivitas sitotoksis lymphocyte terhadap sel kanker yang secara tidak langsung berefek antikanker. Hasil ini menunjukkan bahwa andrographolide merupakan suatu komponen yang menarik dengan aktivitas antikanker dan immunomodulator, karena itu mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai suatu sediaan terapi kanker.

Larutan infus dari 6 - 7 daun sambiloto dikatakan efektif menurunkan tekanan darah tinggi sehingga dapat digunakan untuk penderita hipertensi. Dalam suatu percobaan untuk membuktikan efek penurunan tekanan darah, crude ekstrak air sambiloto telah difraksinasi menggunakan pelarut yang berbeda polaritasnya menjadi fraksi etilasetat (FA), fraksi butanol (FB), dan fraksi air (FC). Fraksi-fraksi ini kemudian diuji pada tikus Sprague-Dawley (SD) melihat efek yang ditimbulkan terhadap mean arterial blood pressure (MAP). MAP adalah rata-rata tekanan sistolik yang mengalirkan darah ke seluruh organ sistemik dan merupakan suatu critical cardiovascular parameter. Ditemukan bahwa FA tidak mereduksi MAP, sementara crude ekstrak air sambiloto (WE), FB dan FC menyebabkan penurunan MAP yang signifikan dalam suatu ketergantungan dosis tanpa mengakibatkan penurunan denyut jantung yang signifikan. Nilai ED50 (dosis efektif yang menyebakan penurunan MAP sampai separuhnya dibandingkan terhadap kontrol) untuk WE, FB dan FC masing-masing adalah 11,4; 5,0; dan 8,6 mg/kg. Data ini menunjukkan bahwa komponen yang menyebabkan hipotensi terdapat dalam WE, FB dan FC. Tidak adanya penurunan denyut jantung yang signifikan menegaskan bahwa komponen penyebab hipotensi dalam farksi-fraksi ini mungkin tidak mempunyai efek langsung terhadap jantung.

Penelitian selanjutnya dipusatkan untuk mengevaluasi mekanisme aksi penurunan tekanan darah dari sambiloto menggunakan fraksi butanol (FB) dosis 5 mg/kg. Ditemukan bahwa a-adrenoceptor, muscarinic cholinergic receptor, dan angiotensin converting enzyme (ACE) tidak terlibat dalam aksi hipotensi dari FB. Hal ini terlihat karena aksi hipotensi FB tidak terpengaruh oleh propranolol, atropine, dan captopril. Selanjutnya, dengan adanya hexamethonium, pyrilamine, dan cimetidine, penurunan MAP oleh FB secara signifikan diperlemah, menunjukkan bahwa aksi hipotensi FB mungkin melibatkan autonomic ganglion dan histaminergic sistem.

Beberapa senyawa diterpen dari sambiloto yaitu DA, DDA, andrographolide, andrographiside, dan neoandrographolide, diuji untuk melihat pengaruhnya terhadap MAP menggunakan tikus SD. Ditemukan bahwa andrographolide, andrographiside, dan neoandrographolide tidak memberikan efek terhadap MAP, sedangkan DDA menurunkan MAP dan kecepatan denyut jantung dengan ketergantungan dosis, sementara DA mempunyai efek yang agak lemah pada parameter yang diuji dibandingkan dengan DDA. Hasil ini menunjukkan bahwa efek hipotensi dari sambiloto dapat disebabkan oleh kedua senyawa diterpen, DDA dan DA. Disimpulkan bahwa suatu infus dari sambiloto dapat memberikan manfaat secara ilmiah untuk pengobatan hipertensi.


Gynura Procumben Folium

Daun sambung nyawa, atau yang dikenal juga sebagai daun dewa, dipercaya memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Tanaman dengan nama latin Gynura procumbens ini banyak tumbuh di negara-negara Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Thailand, termasuk di Indonesia.

Beberapa penelitian melaporkan bahwa ekstrak daun sambung nyawa mengandung berbagai zat aktif kimiawi yang baik untuk kesehatan, seperti saponin, tannin, terpenoid, flavonoid, kaempferol-3-O-rutinoside, kaempferol, astragalin, dan rutin.

Antioksidan yang terkandung dalam daun sambung nyawa dapat melawan radikal bebas di dalam tubuh yang dapat merusak sel-sel dan menyebabkan penyakit kanker. Selain itu, daun ini juga diyakini dapat digunakan untuk mengatasi penyakit jantung dan diabetes.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai manfaat daun sambung nyawa bagi kesehatan, simak uraian berikut ini.

Manfaat Daun Sambung Nyawa

Ada beberapa khasiat daun sambung nyawa untuk kesehatan yang sudah diteliti, yaitu:

1. Meredakan peradangan

Kandungan etanol, steroid, flavonoid, dan kaempferol dalam ekstak daun sambung nyawa memiliki sifat antiinflamasi dan antivirus. Oleh karena itu, tanaman ini dipercaya dapat meredakan peradangan, seperti rematik, dan penyakit tertentu yang disebabkan oleh virus.

2. Membantu melawan kanker

Tanaman ini sudah sejak lama digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk kanker darah, kanker rahim, dan kanker payudara. Ekstrak dari daun sambung nyawa menunjukkan aktivitas yang dapat mencegah pertumbuhan dan pembelahan sel kanker, serta dapat membunuh sel tersebut. Dengan begitu, penyebaran kanker ke organ lain dapat dicegah.

Meski begitu, penelitian ini masih terbatas pada uji coba laboratorium, sehingga masih dibutuhkan penelitian lebih jauh mengenai efektivitas daun sambung nyawa dalam pengobatan kanker pada manusia.

3. Mengatasi diabetes dan kemandulan

Beberapa penelitian melaporkan bahwa ekstrak daun sambung nyawa dapat menurunkan kadar gula darah. Selain itu, daun ini juga dilaporkan dapat mengatasi masalah kemandulan akibat diabetes dengan cara meningkatkan jumlah, pergerakan, dan kualitas sperma, serta mengurangi persentase sperma yang mati.

4. Mengatasi gangguan pencernaan

Luka pada lambung dan usus yang bisa menyebabkan perdarahan pada saluran cerna juga diyakini dapat diredakan dengan ekstrak daun sambung nyawa. Selain itu, ekstrak daun ini terlihat dapat mencegah terbentuknya tukak lambung dan melindungi lapisan dalam lambung.

5. Mengatasi hipertensi dan melindungi jantung

Beberapa penelitian melaporkan bahwa daun sambung nyawa dapat mengatasi tekanan darah tinggi (hipertensi) dengan cara mencegah aktivitas angiotensin converting enzyme (ACE), yaitu enzim yang mengatur tekanan darah dan melebarkan pembuluh darah. Dengan teratasinya hipertensi, risiko untuk terjadinya penyakit jantung juga dapat ditekan.

6. Melawan kuman penyebab infeksi

Kegunaan ekstrak daun sambung nyawa dalam mengatasi kuman penyakit telah banyak diteliti. Daun ini dilaporkan dapat mencegah perkembangbiakan Plasmodium penyebab malaria.

Tidak hanya itudaun sambung nyawa juga dapat menghambat aktivitas virus penyebab herpes simpleks; bakteri penyebab infeksi, seperti Bacillus cereus, Pseudomonas aeruginosa, Vibrio cholerae, dan Salmonella typhiserta jamur penyebab kurap, seperti Candida albicans dan Aspergillus niger.

7. Mencegah penyakit ginjal

Sebuah penelitian melaporkan bahwa ekstrak daun sambung nyawa dapat menghambat pembelahan sel dan sintesis DNA yang dapat menyebabkan gangguan pada ginjal.

Meski begitu, semua penelitian tersebut masih sangat terbatas. Masih dibutuhkan studi lebih lanjut untuk memastikan manfaat daun sambung nyawa pada kesehatan, efektivitasnya untuk mencegah maupun mengatasi penyakit, serta dosis dan keamanannya bila digunakan sebagai pengobatan herbal.

Cara Mengonsumsi Daun Sambung Nyawa

Daun sambung nyawa dapat dikonsumsi dengan berbagai cara. Anda bisa memakannya dalam keadaan mentah sebagai lalapan atau mengolahnya menjadi lauk. Rebusan daun sambung nyawa juga dapat Anda minum seperti meminum teh dengan cara merebus beberapa helai daunnya dan meminum air rebusannya.

Jika Anda ingin mengonsumsi daun sambung nyawa dalam bentuk suplemen, pastikan ada nomor izin edar yang terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan gunakan sesuai aturan pakai yang tertera pada kemasannya.

Meski banyak khasiat atau manfaat daun sambung nyawa yang sudah diteliti, belum ada bukti yang cukup untuk memastikan manfaat tanaman ini dalam pengobatan. Oleh karena itu, konsultasikan dengan dokter sebelum Anda mengonsumsi daun sambung nyawa, terlebih jika Anda sedang menggunakan obat-obatan tertentu, sedang hamil, atau sedang menyusui.

Ditulis oleh:

dr. Alya Hananti 

https://www.alodokter.com


Untuk Pemesanan produk Cystoga call/ wa.me/6281398522798



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Itu Sennae Folium ?

Awas BAHAYA Propolis

HIDUP SEHAT DENGAN HERBAL